SMPN 4 Kota Malang luncurkan 55 buku sekaligus lewat festival literasi Fastavalia Litera Expo
Sebanyak 34 novel karya siswa, 18 antologi cerpen, hingga buku karya kepala sekolah diluncurkan dalam satu hari — sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya di sekolah ini.
SMPN 4 Kota Malang kembali mencatatkan langkah luar biasa dalam dunia pendidikan. Pada Kamis, 11 Juni 2026, sekolah ini menggelar Fastavalia Litera Expo — Festival Literasi dan Aksi yang memadukan berbagai kegiatan kreatif dalam satu panggung besar.
Acara ini bukan sekadar pameran biasa. Di dalamnya berlangsung talkshow kepenulisan bertajuk "Nulis Aja Dulu, Menerbitkan Buku Kemudian", menghadirkan tiga narasumber dari dunia penulisan dan penerbitan. Selain itu ada bazaar kuliner, pameran karya literasi, pertunjukan baca puisi, pantomim, mendongeng, hingga lomba podcast bagi siswa SD se-Kota Malang.
Momen paling bersejarah dari event ini adalah peluncuran resmi 55 buku sekaligus — terdiri dari 34 novel karya siswa, 18 buku antologi cerpen, serta karya dari kepala sekolah dan sejumlah guru. Ini juga menjadi momen diluncurkannya program REMARK (Remaja Mengarang dan Berkarya), sebuah program literasi berkelanjutan yang menargetkan lahirnya buku-buku baru setiap tahun dari para siswa dan pendidik.
"Jangan menunggu menjadi hebat untuk menulis — menulislah agar menjadi hebat. Mulailah dari satu paragraf, lalu teruslah berkarya. Setiap tulisan yang selesai adalah sebuah prestasi yang patut dibanggakan."
Kepala sekolah yang akrab disapa Dini ini menjelaskan bahwa sekolahnya dikenal dengan sistem kelas peminatan, dan pengembangan potensi siswa menjadi prioritas utama — termasuk kompetensi membaca dan menulis. Program Gembuk (Gemar Membaca Buku) hadir untuk menumbuhkan kebiasaan membaca, sementara REMARK menjadi wadah bagi siswa untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka dalam bentuk tulisan.
Menariknya, peluncuran novel dalam jumlah sebesar ini merupakan hal yang pertama kali terjadi. Biasanya, kegiatan literasi di sekolah sebatas mengumpulkan kumpulan cerpen — tapi kali ini para siswa benar-benar menulis dan menerbitkan novel utuh.
Fastavalia tidak hanya digelar oleh kelas reguler. Seluruh kelas peminatan juga turut menyelenggarakan festival masing-masing secara bersamaan, menciptakan suasana perayaan literasi dan kreativitas yang menyeluruh di seluruh lingkungan sekolah.

Comments section !